Rias Pengantin Sunda Putri Siger

Rias Pengantin Sunda – setiap daerah di Indonesia mempunyai ciri khas tata rias pengantin sendiri-sendiri, termasuk untuk daerah Sunda yaitu Putri Siger. Rias pengantin Sunda Putri Siger ini menurut sejarahnya dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti pengaruh agama islam yang masuk ke Sunda pada abad 14 lalu. Misalnya adanya baju Taqwa yang merupakan salah satu pengaruh dari Islam. Selain pengaruh dari agama islam, rias pengantin Sunda Putri Sier ini juga dipengaruhi oleh kebudayaan Jawa terutama dari Yogya dan juga Solo. Misalnya pemakaian keris untuk pengantin pria, namun in tidak semuanya. Tutup kepala Bendo Jawa juga mulai banyak, sampai orang Sunda sendiri dapat menciptakan Bendo Sunda. Jadi ada perbedaan antara Bendo Jawa dan Bendo Sunda. Kemudian ada juga pengaruh dari Barat. Ini dikarenakan saking banyaknya orang Barat yang datang ke Sunda. Pengaruh budaya Barat terhadap rias pengantin Sunda ini seperti model pakaian Jas Pantalon, Jas Malik, Jas Tutup, sepatu dasi, dan sebagainya. Kemudian untuk pakaian wanita juga sama halnya seperti Sluier, Rok serta perlengkapannya.

Untuk tata rias pengantin Sunda ada sua tokoh yang ada yaitu Nyi Raden Ratna dengan julukan Nini Puja dan Nyi Mas Iyol. Kedua tokoh Penata Rias tersebut pada zamannya sering merias para Menak Pasundan (Bangsawan) Pada zaman mereka terjun di dunia tata rias pengantin, untuk calon pengantin harus dipingit dahulu serta puasa mutih 40 hari sambil diluluri. Ini bermaksud agar pada hari pernikahannya akan bercahaya dan akan membuat orang yang melihat pangling.

Terkadang mereka makan sirih,ini agar ketika hari pernikahannya bibir menjadi merah, namun makan sirih dilarang di depan umum. kaitannya dengan rambut, rambut anak gadis dilarang untuk dipotong, karena jika nanti menjadi seorang pengantin mereka tidak akan manglingi. Gadis boleh memotong rambutnya hanya pada saat ngeningan atau sehari sebelum hari pernikahan. Ngeningan ini meliputi Motong amis cau dan ngerik, memotong rambut pelipis. Ngeningan dilaksanakan setelah ngibakan. Hal ini adalah suatu harapan dari orang tua, supaya kedua mempelai dalam berumah tangga akan bahagia.

Rias Pengantin Sunda Putri Siger mempunyai benang merah budaya Sunda yang sakral. Melihat arti dari kamus Basa Sunda RA Danadibrata, Siger ini diartikan sebagai mahkota untuk perhiasan dikepala pengantin. Ini menjadi simbol untuk seseorang yang melaksanakan upacara sakral, seperti pernikahan. Selain itu juga berarti kehormatan, meletakkan kearifan, serta sikap bijak sebagai hal pokok yang perlu dijunjung tinggi. Modifikasi rias pengantin Sunda Putri Siger dikreasikan untuk pengenaan busana nasional yang dilengkapi hand beauquet.

Untuk pengantin wanita biasanya rias wajah pengantin Sunda Putri Siger ini seperti pengantin Sunda lainnya yang sebagian besar memakai warna-warna kuning. Pada bagian wajah, pengantin wanita memakai bedak warna kuning. Biasanya pengantin wanita Sunda memakai pemerah pipi warna merah muda serta lipstik warna cerah. Tak lupa juga daun sirih yang berbentuk wajik di kening pengantin wanita sebagai symbol tolak bala. Pengantin wanita ini juga memakai sanggul Puspa Sari. Hiasan kepala berupa Siger merupakan ciri khas pengantin Sunda Putri Siger. Beberapa hiasan penghias sanggul seperti 6 Kembang Tanjung, 7 kembang goyang, dan Garuda Mungkur. Pengantin wanita Sunda Putri memakai ronce bunga yang terdiri dari Mangle Susun, Mangle Sisir, Melati Mangle Pasung, Panetep, Mayangsari yang berasal dari bunga sedap malam. Serta Kembang Tiba Dada cengkehan 5 dara juga menghias di bagian kepala yang menjuntai ke dada pengantin wanita. Giwang cantik juga menghiasi telinga si pengantin.

Sementara rias pengantin  / make up pengantin Sunda Puteri Siger untuk pria biasanya hanya menggunakan blankon yang dihiasi dengan perhiasan sebagai pelengkap blankon tersebut. Kendati demikian, pengantin pria juga tetap terlihat gagah meskipun tak banyak aksesori yang dikenakannya. Demikian artikel tentang Rias Pengantin Sunda Putri Siger.

Terima kasih….

Leave a Reply